Pages

a man who (i belive) can be move (on)

dear Wahyullah Nasmar,
melupakan bukan berarti meninggalkan
meninggalkan belum berarti melupakan.

teringat beberapa tahun yang lalu,
mengidentifikasikan nama anda di otak,
selalu membuat senyumku tertebar.
menuliskan nama anda, mendiamkan hati dari kegelisahan
mengingat wajah anda, sangat dirindukan.
ah, ada apa ini?
saya tak tau, mungkin ini...


"iya, saya mau! :) "
saat itu, 28 November 2009.

--------------------------
hingga suatu hari,
setahun kemudian,
semua cerita indah itu harus kembali dikotakkan dalam kurungan berlabelkan "MASA LALU".

Kurungan berjeruji besi yang ketika disentuh menghasilkan sengatan listrik yang sangat dahsyat.
membuat goyah, bahkan perih bagimu. bagi kita.

Sungguh tidak adil memang, saya yang membuat catatan ini.
Sangat tidak adil.

Tapi tidakkah kau ingin kembali menemukan kebebasanmu?
Yang kata orang telah diambil oleh masa lalumu?
Yang kata orang masih digenggam oleh masa lalumu?

terbebas dari masa lalu mu yang entah mengapa sangat sulit untuk kau lepas,
temukanlah masa depanmu, bersama cita-cita dan impianmu.
Temukan subjek baru dari semua mimpi-mimpi yang telah kita bangun bersama.

Tak ada gunanya masih mendayu-dayu dengan masa lalu,
menggantungkan harapan namun tak terbalaskan.
Maafkan saya yang selama ini masih terlihat dengan jelas masih menjadi orang yang sangat kau sayangi
Maafkan saya yang selama ini masih menjadi harapan besar bagimu.
Semoga saya, kau, dan masa lalu kita, tersimpan aman dalam kotak pink yang kau berikan ketika itu.
Semoga kenangan sedih maupun senang itu masih terselip rapi dalam surat ku (yang saya yakin masih terselip dalam dompetmu)

terima kasih atas satu tahun yang sangat berarti itu dan
terima kasih atas perasaan "masih-susahnya-ku-temukan-pngganti-sosok-mu" ini.
ya memang susah, tapi pasti bisa.
begitupun kamu, pasti bisa.

----------------------------------------------
again, Wahyullah Nasmar
not only when i first saw you, i know i like you.
until now, i know i am still like you,
like you as a man who can be move (on)!
keep move on :)




tulisan ini tidak bermaksud menyinggung dan menyakiti hati siapa-apa,
hanya sedikit tulisan untuk menegaskan hubungan dan masa depannya.

3 komentar:

nanang mengatakan...

Pujangga ko memang Dede.. :D

A. Alifia Ayu Delima mengatakan...

deh, apaji..
rugi nenekku, om ku, tante2ku jago semua berpujangga kalau saya sendiri sebagai cucunya/keponakannya tidak pujanggawati!

hahaha
begitulah.
thanks nanaaang :*

bukancebalone mengatakan...

deh dede merindingka bacaki...
(OL d lapangan tengah malam)

jago memang ine anak, aapa ko makan.

ehh skali-kali postingko dule tentang tmanmu yg namanya lhiya nah.
hehe(salamku juga sama dia :P)