Pages

kembali seperti dulu? dulu saya segumpal tanah loh

0 komentar
cukup kaget,
ketika kau berharap sifatku kembali menjadi seperti dulu, seperti dulu yg kau kenal 4 atau 5 bulan yg lalu..

sifatku yang bagian mana?
bagian saya mengatakan "iya, kita pacaran" atau pada bagian "saya mencintaimu" kataku sambil menggenggam tanganmu?

tidak suka kah kau dengan yg sekarang?
tidak inginkah kau menerima sifat yang sekarang?
ataukah mungkin lagi lagi kau telah lelah memenuhi memori mu dengan segala keburukanku?
sehingga kau memilih untuk kembali ke masa masa bahagia itu saja?

tidak sayang,
bagaimana pun kamu berharap saya menjadi apa dan bagaimana bentuknya.
menerima kamu apa adanya kamu, dulu, kemarin, dan sekarang tentu saja tidak mudah, namun saya bisa.

mari tinggalkan sejenak otak kita untuk saling mencintai,
tinggalkan sejenak ego yang besar itu untuk cinta.
masih ragu?

surat yang tidak ingin dibaca olehmu

0 komentar
Untukmu, pria ku
pria yang masih tetap menjadi yg terbaik
pria yang masih tetap menjadi dirinya seutuhnya
pria yang selalu mengerti, selalu.

mengerti
disaat ku marah, kau datang membujuk
disaat ku sedih, kau datang menghibur
disaat ku butuh, kau datang memenuhi semua kebutuhanku.
semua.

untukmu, pria ku
setelah obrolan singkat di motor kesayanganmu senja ini,
aku tersadar akan banyak hal.
disudut mata mu, tampak kejenuhan dan kelelahan atas diriku.
benarkah?

takut. sangat takut.
saya takut kehilangan binar matamu yang terpancar setiap kita bertemu senja selepas lelah,
saya takut kehilangan candamu di tiap pagi kau melihat muka cemberutku sebelum berangkat dinas,
saya takut kehilangan wajah cemasmu di menit menit tiap kau menungguku muncul di pintu keluar,
saya takut kehilangan itu,
semuanya!

namun,
jikalau nanti suatu saat ketika kau kehilangan itu semua.
kehilangan kesabaranmu
kehilangan perasaanmu
bahkan jikalau nanti kau telah menemukan sosok yang lebih baik dari saya dan itu mungkin menjadi yang terbaik bagimu,

maka berpalinglah...

jika dengan seperti itu mampu memunculkan kembali binar mata di mata sayu itu
memunculkan kembali semangatmu,
memunculkan kembali canda tawamu,
lakukanlah, sayang...

sesungguhnya
perempuan sepertiku memang tidak pantas berada disampingmu,
dengan segala keegoisan,
dengan segala ketidakpedulianku,
segala kesombonganku
ketidakmampuanku
dan dengan seluruh kekurangan yang ada.

sekali lagi tolong beri tahu,
jika tiba saatnya kau jenuh dengan kesabaranmu itu,
yang tentu salah kata orang "kesabaran itu tidak ada batasnya"
beritahulah walaupun mungkin tidak berarti apa-apa,

saya yg tidak mampu mengubah diri menjadi sepertimu.
saya yg tidak mampu mengubah diri menjadi lebih baik darimu.
maafkan,
saya tidak bisa sebaik kamu.

maafkan atas pernyataanku
yang mungkin terkesan menyerah sebelum berusaha menjadi lebih baik darimu.
saya takut sy tidak bisa berbuat apa-apa jika waktu itu tiba, jika kau datang padaku dan menagih
"mana timbal balik atas apa yg telah kulakukan padamu?"

saya?
tidak tau.

------------------------------------



ya,saat ini yang ku takutkan adalah...
ketika kau membaca dan memenuhi semua tulisan ini..

(bukannya itu yg terbaik katamu?)