Pages

Ibu ku

0 komentar
ibu...

malam ini,
mengapa kedua kelopak mata lelahmu sulit terpejam?
apa yg kau pikirkan duhai ibuku?
kulangkahkan kaki berwudhu dan sholat 2 rakaat.
kau menantiku, hingga matamu sulit terpejam lagi.
ada apa, ibu?

ingin kupeluk dirimu,
dan berbisik "tenang saja ibu, mari kita tidur"
namun yg bisa kulakukan hanya memeluk.

duhai ibuku,
tak ada maksud membuat hatimu gusar
tak ada maksud membuatmu lelah
tak ada maksud membuat mu sulit

peluh mu mencari tambahan nafkah untuk kami, dengan berbagai tuntutan.
berat. 
sungguh berat pastinya.
namun kau tangguh, melawan rasa lelahmu dengan energimu.
kau mampu mengusir gusar kami, walau mungkin itu akan membebanimu sendiri.

kau ingat saat dirimu jatuh dari tangga, dan kaki kananmu bengkak?
di UGD aku tak bisa apa-apa,
tidak lain hanya gadis lemah dan yg cuma bs sembunyikan tangisku sendiri.

namun sekarang, dengan kaki itu kau terus melangkah.
semangat yg ada, melebihi semangatku? terlihat pancaran sinar mata mu tetap terang seolah tersenyum dan berkata "semangat nak, dunia tak serumit itu"

kini, kutahan isak haru ku dibalik badanmu, membiarkan air mataku turun tanpa suara.
apakah kau gusar memikirkan pernikahan ku? apakah kau gusar memikirkan langkah apa yg akan kau tempuh selanjutnya?

di usia senja mu, engkau harus bahagia, ibu..
walaupun dimatamu, aku tampak masih kanak. tapi di tiap langkah lemahmu, kau mengajarkanku melangkah jauh kedepan.

selalu ada doa dibalik sholatku untuk mu ibu,
agar selalu sehat dan bahagia.

semoga engkau selalu sehat ibuku,
melihatku dan adikku tumbuh menjadi orang yg lebih baik.
bersama kami dan keluarga kecil kami,
melihat ku dan anak-anakku memanggilmu petta, merasakan bahagianya dunia, hingga akhirat nanti...insya Allah

i love u ma.
tengah malam, 21 desember.
hari ibu.

kamu kapan...?

1 komentar
"wah sudah dokter ya, jadi kapan nikah?"

------------------------
sekitar dua ratus tujuh puluh sembilan orang menanyakan hal itu, akhir akhir ini..
sebagian dari mereka hanya melanjutkan basa basi hidup sesuai waktunya.

saat SD, SMP, SMA ditanyakan "kelas brp sekarang? sudah besar ya.."

saat kuliah dilanjutkan dengan "kapan selesai? wisuda ?"

selesai kuliah, "kapan coass?"
selesai coass, "kapan dokter? sudah punya calon?"
selesai dokter, "kapan nikah?"
setelah nikah, "kapan punya anak?"
setelah punya anak, "kapan nambah lagi?"
dst, dll....

and thats life.
sempat aku berbincang dengan pria ku,melihat teman teman sekeliling ku dan sekelilingnya sudah berlomba lomba menikah dan satu persatu sudah punya anak, refleks rasa "gelisah" mulai merasuk.

"ada undangannya X, akhirnya nikahmi tawwa, dilombai mki lagi"
atau
"ada seragamnya Y, jahit seragam mki sede, kita kapan bagi seragam di'? :("

kemudian kami sejenak diam,
"kita nikmatin aja dulu pacaran
sebelum menikah,
sambil tetap saling memperbaiki diri dan memantaskan diri."

karena berdasarkan pengalaman teman2 yg lain, menikah itu adalah ibadah, namun mempertahankan pernikahan itulah tantangan berat. menikah bukan hanya aku suka kamu, dan sebaliknya, menikah adalah meleburkan segala ego, untuk saling menyayangi memahami karakter, dengan kejujuran dan saling menyeimbangkan mood jika ada salah satu dari kita yg marah.

terima kasih karena masih menjadi pria yg kubayangkan berada di sebelah kanan ku di pelaminan nanti,
terima kasih karena masih menjadi pria tempat ku berkarya (?)


semoga Allah selalu melihat hati kita, menjaga iman dan menjabah segala doa dan harapan kita. amin

with love,
gadis yg sedang melatih kesabaran.
i love u ❤️

Istana Pasir

0 komentar
seperti mendung mengubah cerah,
seperti setitik hujan merintikkan istana pasir kita.

kita, beberapa tahun lalu,
merangkai istana pasir ini bersama sama.

kau mengambil segumpal pasir, lalu aku menimbunnya, kau bilang itu pondasi, aku bilang itu jalanan.

kau membuat timbunannya menjadi lebih tinggi,
kau bilang itu atap, aku bilang itu bangunan lantai berikutnya.

aku membuat lingkaran pasir, kau menambah pasirnya.
kau bilang itu meja.
aku bilang itu taman.

tiba tiba hujan mulai turun, rintik yang banyak..
"istana kita runtuh!" kataku,
kau lari dan mengambil pasir baru,
kau timbun bagian yg runtuh itu,
kau bentuk lagi. menjadi istana yang kuharapkan, istana yg megah beserta jalanan dan taman.

namun, hujan hari ini sangat lebat,
istana itu runtuh tak bersisa.
aku memanggilmu lagi untuk membangunnya kembali,
dalam hati.
namun kau sudah terlanjur berlari.

terima kasih,
karena sudah selalu menimbun kembali istana pasir kita,
kamu telah lelah menjadi kamu yang seperti itu.

terima kasih,
karena telah menjadi kekuatan, untukku terus hidup disini. bermimpi. dan melalui semua hambatan.

akan kubentuk istana pasir itu lagi, entah dengan teman ku ataupun denganmu lagi.

-----
makassar, 14 februari 2015

Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter

0 komentar
alhamdulillah atas anugerah dan kepercayaanMu ya Allah.
ujian teoritis yg sangat menentukan keberhasilan pembelajaran selama 5 tahun, and here we are!
ive passed the test. alhamdulillah alhamdulillah.
lets do it!
be a good doctor for human rights!


halo dok?

0 komentar
"assalamualaikum. pagi dok..
begini dok, saya...."

DEG. DEG.

tarik napas dikit. 

FREEZE!

seketika waktu terhenti 3 detik, 
(berdoa)
(ya Allah, semoga bukan sakit yg berat yang diluar kemampuan hamba yang lugu ini, kumohon. amin)

UNFREEZE!
tik tok..
"silahkan bu, ada yg bisa sy bantu?"
"begini dok..
saya... mau tawarkan tupperware, siapa tau berminat, dok. ini lucu-lucu loooh, ada warna hijau, kuning...."
"hehehe, oh.. iye bu.. boleh deh"

--------
bahwa menjadi "dok" tidak se-kaku itu.
cincailaah~
idup itu santai, bro.
ga usah gimana gimana amat, biasa aja.
ya kan?

ya...
intinya, jangan lebay galau, contohilah dok yg seperti ini.





saking rindunya dengan menulis diary.
akhirnya terinspirasi buat ini.
haha.

bagaimanapun caranya, mari jadi dokter yang baik.


nona!!!

0 komentar
" tuan, tolong sadarkan aku sebentar lagi!"
"maaf nona, apa yg anda lakukan?"
-----------

jika aku terlalu jauh.
masuk kedalam terowongan gelap inicahaya diujung jalan itu, tidak membuatku bergeming untuk melaju lebih cepat.
disini gelap. ya. dan aku tidak bisa berbuat apapun. tidak perlu.

dengan mu. ku bisa berjalan dalam gelap, punya harapan untuk hidup lebih berharga.

"nona? apakah kamu mendengarku?"

terima kasih sudah hadir selama beberapa tahun ini, melewati hari-hari bersama. melewati berbagai masalah.

"nona! jawab!"

kamu masih menjadi teka tekiku.
memiliki segudang rahasia yg tidak kuketahui.
dan aku.. entah mengapa tidak ingin mengetahui apa yg tidak ingin kau beritahu.

 "nona? nona!"

dengan Ridho-Nya.
semua akan terjawab.
semoga masih jemari mu yang kugenggam hingga ke ujung jalan itu. 
masih lenganmu yang ku rangkul ketika tersandung batu besar.
masih kaki mu yg menunjukkanku kemana jalan keluar.
masih tubuhmu yg berada disisiku hingga cahaya itu menemukan kita.

"aku baik2 saja tuan, terima kasih"
"jangan lakukan itu lagi nona, kamu telah tidak sadar selama 3 hari!"

sifat buruk. jangan bilang bilang.

0 komentar
jangan katakan pada siapapun.
saya punya sifat buruk.
susah menerima kenyataan bahwa kamu belum sepenuhnya milik saya.
belum sepenuhnya untuk saya.
belum sepenuhnya saya.

saya punya sifat buruk
banyak berharap.
berharap semua berjalan sesuai keinginan saya.
berharap diberikan seluruhnya dari kamu.
waktu, bahkan seluruh hidup mu.

saya punya sifat buruk.
banyak menuntut
menuntut kebenaran selalu pada saya
menuntut keinginan saya harus selalu dapat kau penuhi.
menuntut kau perlakukan sebaik mungkin.

sifat buruk.
mempertahankanku tidak semudah itu.
memperjuangkanku perlu kesabaran.
mencintaiku perlu keikhlasan.

nah,
bagaimana sikapku terhadapmu?
sesuaikah dengan harapanmu?
tidak inginkah kamu berpikir sekali lagi?