Pages

Istana Pasir

0 komentar
seperti mendung mengubah cerah,
seperti setitik hujan merintikkan istana pasir kita.

kita, beberapa tahun lalu,
merangkai istana pasir ini bersama sama.

kau mengambil segumpal pasir, lalu aku menimbunnya, kau bilang itu pondasi, aku bilang itu jalanan.

kau membuat timbunannya menjadi lebih tinggi,
kau bilang itu atap, aku bilang itu bangunan lantai berikutnya.

aku membuat lingkaran pasir, kau menambah pasirnya.
kau bilang itu meja.
aku bilang itu taman.

tiba tiba hujan mulai turun, rintik yang banyak..
"istana kita runtuh!" kataku,
kau lari dan mengambil pasir baru,
kau timbun bagian yg runtuh itu,
kau bentuk lagi. menjadi istana yang kuharapkan, istana yg megah beserta jalanan dan taman.

namun, hujan hari ini sangat lebat,
istana itu runtuh tak bersisa.
aku memanggilmu lagi untuk membangunnya kembali,
dalam hati.
namun kau sudah terlanjur berlari.

terima kasih,
karena sudah selalu menimbun kembali istana pasir kita,
kamu telah lelah menjadi kamu yang seperti itu.

terima kasih,
karena telah menjadi kekuatan, untukku terus hidup disini. bermimpi. dan melalui semua hambatan.

akan kubentuk istana pasir itu lagi, entah dengan teman ku ataupun denganmu lagi.

-----
makassar, 14 februari 2015